Wednesday, December 19, 2018

POJOK BACA KREASI SISWA UNTUK MENAMBAH MINAT BACA

Jumapolo (20/12/2018) – SMA Negeri Jumapolo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah memacu para siswanya untuk gemar membaca. Salah satu cara yang dilakukan dengan menggelar Lomba Pojok Baca di setiap kelas. Program bagian dari gerakan Literasi Sekolah ini diikuti 30 kelas, terdiri dari kelas X, XI dan XII, baik program MIPA maupun IPS.

Tema yang diusung siswa di setiap kelasnya pun berbeda-beda dan sangat bervariasi, mulai dari bentuk yang paling sederhana sampai bentuk yang rumit berhasil dibuat siswa. Pembuatan pojok baca ini dilaksanakan sehabis pelaksanaan PAS selama satu minggu.
Kriteria penilaian Pojok Baca yaitu kelengkapan, seperti buku dan majalah. Estetika, dapat menyusun buku dengan benar. kreativitas, guru dituntut mampu menuangkan kreativitasnya ke Pojok Baca kelasnya. Yang tidak kalah penting adalah kebersihan dan kerapian Pojok Baca.


“Adanya Pojok baca di setiap kelas sangat bagus sekali. Terobosan yang dilakukan SMA Negeri Jumapolo dengan mengadakan Lomba Pojok Baca ini dapat mengenalkan dan meningkatkan kecintaan anak akan buku, serta memacu anak untuk ber-literasi setiap saat,” kata Kussetyaningsih, M.Pd.
Melalui program tersebut, secara tidak langsung dapat meningkatkan minat baca anak. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin di SMA Negeri Jumapolo. Bahkan, acara itu juga bisa menjadi contoh bagi sekolah lain, bahwa untuk membaca buku tidak harus ke perpustakaan.
“Tetapi kita bisa membuat Pojok Baca di kelas untuk mempermudah anak membaca buku. Sehingga, dengan adanya perpustakaan yang dibuat dengan desain menarik dan dekat dengan anak, akan lebih meningkatkan kecintaan mereka atas buku,” urainya.

Lomba ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi seluruh siswa agar lebih giat lagi membaca. Selain itu, juga untuk menumbuhkan minat baca siswa serta kreativitasnya.

“Selain bisa meningkatkan minat baca siswa, Lomba Pojok Baca ini juga sebagai wadah kreasi siswa. Sekolah dituntut bisa menciptakan suasana baca yang menyenangkan di dalam kelas,”  jelas Kepala Perpustakaan SMA Negeri Jumapolo,Drs. Paiman.


Wednesday, December 12, 2018

ANTUSIASME SISWA DALAM SIMULASI UNBK


Jumapolo, 13/12/2018. Menjelang akan digelarnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019, sejumlah sekolah mulai melakukan simulasi ujian tersebut, termasuk SMA Negeri Jumapolo Kabupaten Karanganyar Hanya saja pada saat simulasi yang pertama ini, menghadapi beberapa kendala seperti disaat sinkronisasi berbarengan dengan adanya pemadaman listrik oleh PLN.Serta di hari yang sama jaringan internet dari telkom juga mengalami gangguan.

Kondisi ini seharusnya tidak boleh terjadi jika ada kerjasama antar instansi, untungnya ini baru simulasi pertama, sehingga kita bisa memberi penjelasan kepada siswa. Pada simulasi pertama ini SMA Negeri Jumapolo merencanakan melaksanakan 3 hari, yaitu tanggal 11 – 13 Desember 2018, karena kendala di atas mengakibatkan hanya bisa melaksanakan 1 hari saja.




Wakasek Kurikulum, ibu Kussetyaningsih, M.Pd tampak sangat disibukkan dengan kondisi tersebut, karena harus berkoordinasi dengan pihak terkait, selain itu juga banyak kesibukan lain di saat hari-hari akhir semester dan menjelang dibagikannya laporan hasiol belajar siswa pada hari jum’at mendatang.
Dihari ke-3 simulasi semua kendala sudah teratasi dan para siswa pun mengikuti simulasi. Walaupun hanya satu hari, tetapi antusias siswa untuk mengikutinya sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran siswa dan antusias siswa untuk mengerjakan semua soal hingga waktu berakhir.



“Anak-anak itu tidak mau keluar sebelum waktu habis”, kata Christianto Tri Cahyono yang akrab dipanggil Pak Kris saat bertindak sebagai proktor. Sehingga Semua berjalan sesuai jadwal, baik mulai sampai selesainya.

Sikap anak-anak yang sangat antusias dalam mengerjakan soal ditanggapi dengan gembira oleh Kepada SMA Negeri Jumapolo, Bapak Jaka Wismono, M.Pd. Memang seperti itu seharusnya, sekolah menyiapkan sarana-prasana yang memadai sehingga siswa pun harus memanfaatkannya dengan baik, lanjutnya. (Om@gus).